BAGIAN I....
Bus cepat itu baru saja berhenti di Terminal Bandaraya Payung Sekaki Pekanbaru. Azin dan kawan-kawan bergegas turun dari bus. Ada 8 orang rombongan mereka. Di samping Azin,ada Marlo, Afif, Sofyan, Izur, Ayi, Riska, dan Nuha.Mereka adalah rombongan mahasiswa jrusan Antropologi pada salah satu perguruan tinggi di Jakarta. Adapun tujuan mereka datang ke Riau adalah mengadakan penelitian kehidupan sosial budaya masyarakat yang ada di Provinsi Riau. Adapun tujuan mereka adalah Kabupaten Pelalawan.
'' Guys, ini pertama kalinya gue menginjakkan kaki di bumi Lancang Kuning ini". Ujar Marlo,
" hmmm.... kita-kita kan baru kali ini juga ke Riau,bahkan Sumatera. Bukankah begitu teman-teman ? ". Timpal Nuha.
" Iya nih. Kita-kita juga baru kali ini". Sahut yang lainnya serentak.
" Ngomong-ngomong mengapa elo tertarik banget sih mengadakan penelitian di Riau, Izur?". Tanya Riska.
" Begini, menurut artikel yang gue baca di slah satu situs berita online di Pekanbaru Riau, ada misteri yang sampai saat ini sangat melegenda. Yaitu misteri orang bunyian. Menurut cerita turun temurun, di rimba belantara Riau, ada kerajaan gaib yang bernama kerajaan orang bunyian.
"ssst... kita-kita ini mau tidur di terminnal ini ya? ". Timpal Azin.
"ups, iya nih. Sampai lupa nih. Ya udah, kita ambil penginapan murah saja ya? Gimana? Agree? he he". Timpal Marlo sambil sesekali mengutak atik androidnya.
Terlihat Ayi sedang menelepon seseorang. Tak lama Ayi berkata: " Friends, Ayi udah nelpon teman Ayi di kota bertuah ini. Dia bilang, ada penginapan cukup murah tapi nyaman. Hotel ini baru dilounching men. Jadi ada promo kamar setengah harga normalnya Rp 200.000,0/nett per malam. Berarrti cukup bayar Rp 100.000,00 saja per kamar.".
" Siip lah itu. Ayo kita ke sana. Taksi, antar kita ke penginapan ini ya? Ujar Marlo sambil memperlihatkan nama dan alamat hotel tersebut di Androidnya pada supir taksi yang sedang menunggu penumpang di terminal tersebut.
Akhirnya mereka menaiki 2 taksi menuju ke hotel baru yang disebutkan temannya tersebut.
Mereka pun sampai di hotel yang dimaksud teman Ayi. Cukup bersih,bagus, dan indah dilihat dari depan dan samping. Satu per satu tas bawaan mereka diturunkan dari bagasi. Mereka pun check in di resepsionis. Karena kelelahan, mereka pun bergegas memasuki kamar masing-masing. Satu kamar diisi oleh 2 orang. Sesuai arahan ketua mereka Azin, Esok senin siang, dosen pembimbing mereka yang memimpin penelitian ini yakni Bapak Dr. Arlan Hafsi, M.Si akan menyusul ke Pekanbaru. Beliaulah yang mempunyai proyek penelitian ini.
Akhirnya, mereka terlelap dibuai mimpi. Apa lagi penyejuk udaranya yang cukup dingin makin membuat mereka lelap.....Bersambung.

Posting Komentar