Dikisahkan suatu sore terjadilah perdebatan antara jarum jahit dan gunting. Jarum jahit sangat bangga dengan profesinya sebagai pemersatu. Ya.! memang kerjaannya sehari-hari menyatukan antara bagian-bagian kain yang dipola. Sehingga membentuk model pakaian yang diinginkan pemesan. Tapi gunting pun tak mau kalah pamor. Dia berkukuh kalau bukan karena dia, pola yang telah dibuat tidak akan jadi,karena tidak digunting terlebih dahulu.
Perdebatan pun memuncak sampai suatu ketika sang gunting itu pun terdesak oleh
benang. ya! Benang pada posisi membela jarum. karena benanglah kain yang sudah
digunting-gunting tadi bisa disatukan kembali dan tentunya dibantu oleh
benang. Kisah ini adalah sebuah makna konotasi dari
media tulisan yang terkadang provokatif tanpa mempertimbangkan sisi negatif
dari"BUAH PENA"
yang dipegangnya.yahhh..terkadang pena memang lebih tajam dari pedang samurai sekalipun.Namun dia juga lebih
lembut dari kain sutera,manakala konten yang terbentuk menyejukkan alam bawah
sadar pembacanya. Bahkan bisa membuat pembacanya terharu ataupun gembira.
Bumi Andalas,20150201. Salam Buahpena.com.

Posting Komentar