Pagi
ini suasana kampoeng rempak seratus riuh rendah. Sorak sorai masyarakat bergema
bercampur
desau angin pegunungan yang sejukkk banget.
Mas
Bagoes,nama yang sangat familiar di telinga warga di sana. Dengan perawakan
tinggi dan kulit sawo mateng dan sedikit berkumis,menambah kharisma dirinya. Si
doi sedang bertarung dengan puluhan itik..hehehe. serius amat. Si dia lagi
ikutan lomba menangkap itik.
Tapi......
suerr..
bukan itu lho yang "bikin" si dia terkenal. Keramahan dan rasa humor
yang menggelitiklah yang membuat separuh gadis di Dusun itu mengidolakannya dan
...bersedia jadi pacarnya. hihihi...maka mayoritas penontonnya adalah
gadis-gadis. ya, single parent dan manula juga ikutan nimbrung sih.
percaya
tak percaya itulah adanya.
Kehebohan
itu berlanjut sampai matahari memiringkan diri alias sudah sore.
"plok"
pundak si Humoris ditepuk dari belakang.
"hai...Zazki,
ada apa ya?? Udah kangen ya mau jumpa Mas Bagoes?" celoteh
Mas
Bagoes asal jadi.
"Maassss
Bagoeeesss yang kurang ganteeeng, jangan kegeeran ye..." Sungut
Zazki.
"Gue
ke sini mo ngabarin Mazzzzzz..... tuh..di sono ada pertunjukan seruuu
banget.
Bukan buat jumpain elo.... " Ujar Zazki.
"
he he he"..... hmmm... ya udah. Pertunjukan apa lagi? Apa lomba menangkap
itik lagi? Iya? Zazki imoet?" timpal Bagoes Kelana.
"ah
eh...tuh kaann.. ngerayu lagi" ujar Zazki salting....alias salah tingkah.
"Yang
ini lebih seruuuu lagi mas. Ada perlombaan memasak antar Bapak-bapak se Dusun
Kampung Rempak. Bapak Mas dan Bapak Zazki satu tim lho" ujar Zazki.
"waw..kereen
nichh... Ayo cepeten ke sono. Ntar keburu bubar" Ujar Mas Bagoes.
Dari
jauh sudah kelihatan sorak sorai penonton. Ada empat grup yang bertarung di
sana. Termasuk grupnya Pak Lek Karyo,ayahnya Ma Bagoes dan Pak Dhe Kumis
ayahnya Zazki, serta Pak Cik Jiran, paman dari Zazki. Suasana begitu hangat dan
seru. Kelihatan cara memasak mereka yang sangat canggung. Sesekali para ibu
memberi semangat suami masing-masing. Tingkah mereka bikin perut menggelitik.
Suasana makin gaduh tatkala itik yang bakal dijadikan opor, lepas dari
genggaman dan........plokk...nyungsep tepat di tengah-tengah arena.
Ayo
tangkap.... ujar penonton serempak laksana paduan suara.
Akhirnya
sang itik berakhir di pisau Pak Lek Karyo dan berhasil dieksekusi segera.
"
hai Mas," sapa Yulia,
"
hai juga. dah lama sampai ke sini? kan masih kuliah di Medan. Kok balik ke
sini?" Timpal Mas Bagoes sambil cengengesan. Biasalah. bawaan atau bakat
kali ye?
"hemmm...kalo
Yulia bilang kangen ama Mas gimana?" Timpal Yulia sekenanya.
"ha
ha ha...hiks hiks" Mas bagoes tertawa ngakak.
"tuh
khaan.selalu nyeletuk begitu. Dasar!" Sungut Yulia.
"
Permisi. Yulia pulang aja ke rumah. Mas Bagoes ngeselinn. Dasaaarrr... Sok
kegantengan...
"Eits.
Tunggu. Gimana kalo kita habiskan sore ini di warung Nyai Siti. Ya, sambil
ngobrol gitu?" ajak Mas Bagoes.
"
Yee...Maunya. tadi tak senang kalau Yulia balik ke Desa ini. Tapi, bolehlah..
kapan lagi mencicipi Masakan khas Sunda Nyai siti. Ayo..ntar keburu tutup
warungnya mas. Biasanya kalau musim liburan begini,cepat tutup lho. Abis
warungnya laris manis oleh pengunjung dari Kota.
"Ups.
enak aja pergi berdua. Pokoknya Zazki nimbrung." Tiba-tiba Zazki sudah
berdiri di belakang Mas Bagoes dan Yulia.
"
Oh...kita-kita ikut juga" Timpal Imas, Lipun,dan Rahmi serentak.
"ayo..
semua boleh ikut". sahut Mas Bagoes
$$$ 20150201.Publish: buahpena.com.$$$


Posting Komentar