Selamat datang di BuahPena.Com

CERITA PENDEK: Mas Bagoes Kelana

Minggu, 01 Februari 20150 komentar




Pagi ini suasana kampoeng rempak seratus riuh rendah. Sorak sorai masyarakat bergema 
bercampur desau angin pegunungan yang sejukkk banget.
Mas Bagoes,nama yang sangat familiar di telinga warga di sana. Dengan perawakan tinggi dan kulit sawo mateng dan sedikit berkumis,menambah kharisma dirinya. Si doi sedang bertarung dengan puluhan itik..hehehe. serius amat. Si dia lagi ikutan lomba menangkap itik.

        Tapi......
suerr.. bukan itu lho yang "bikin" si dia terkenal. Keramahan dan rasa humor yang menggelitiklah yang membuat separuh gadis di Dusun itu mengidolakannya dan ...bersedia jadi pacarnya. hihihi...maka mayoritas penontonnya adalah gadis-gadis. ya, single parent dan manula juga ikutan nimbrung sih.
percaya tak percaya itulah adanya.
Kehebohan itu berlanjut sampai matahari memiringkan diri alias sudah sore.

"plok" pundak si Humoris ditepuk dari belakang.

"hai...Zazki, ada apa ya?? Udah kangen ya mau jumpa Mas Bagoes?" celoteh 

Mas Bagoes asal jadi.

"Maassss Bagoeeesss yang kurang ganteeeng, jangan kegeeran ye..." Sungut 

Zazki.

"Gue ke sini mo ngabarin Mazzzzzz..... tuh..di sono ada pertunjukan seruuu 

banget. Bukan buat jumpain elo.... " Ujar Zazki.

" he he he"..... hmmm... ya udah. Pertunjukan apa lagi? Apa lomba menangkap itik lagi? Iya? Zazki imoet?" timpal Bagoes Kelana.

"ah eh...tuh kaann.. ngerayu lagi" ujar Zazki salting....alias salah tingkah.

"Yang ini lebih seruuuu lagi mas. Ada perlombaan memasak antar Bapak-bapak se Dusun Kampung Rempak. Bapak Mas dan Bapak Zazki satu tim lho" ujar Zazki.

"waw..kereen nichh... Ayo cepeten ke sono. Ntar keburu bubar" Ujar Mas Bagoes.

Dari jauh sudah kelihatan sorak sorai penonton. Ada empat grup yang bertarung di sana. Termasuk grupnya Pak Lek Karyo,ayahnya Ma Bagoes dan Pak Dhe Kumis ayahnya Zazki, serta Pak Cik Jiran, paman dari Zazki. Suasana begitu hangat dan seru. Kelihatan cara memasak mereka yang sangat canggung. Sesekali para ibu memberi semangat suami masing-masing. Tingkah mereka bikin perut menggelitik. Suasana makin gaduh tatkala itik yang bakal dijadikan opor, lepas dari genggaman dan........plokk...nyungsep tepat di tengah-tengah arena.

Ayo tangkap.... ujar penonton serempak laksana paduan suara.
Akhirnya sang itik berakhir di pisau Pak Lek Karyo dan berhasil dieksekusi segera.

" hai Mas," sapa Yulia, 
" hai juga. dah lama sampai ke sini? kan masih kuliah di Medan. Kok balik ke sini?" Timpal Mas Bagoes sambil cengengesan. Biasalah. bawaan atau bakat kali ye?

"hemmm...kalo Yulia bilang kangen ama Mas gimana?" Timpal Yulia sekenanya.

"ha ha ha...hiks hiks" Mas bagoes tertawa ngakak.

"tuh khaan.selalu nyeletuk begitu. Dasar!" Sungut Yulia.

" Permisi. Yulia pulang aja ke rumah. Mas Bagoes ngeselinn. Dasaaarrr... Sok kegantengan...

"Eits. Tunggu. Gimana kalo kita habiskan sore ini di warung Nyai Siti. Ya, sambil ngobrol gitu?" ajak Mas Bagoes.

" Yee...Maunya. tadi tak senang kalau Yulia balik ke Desa ini. Tapi, bolehlah.. kapan lagi mencicipi Masakan khas Sunda Nyai siti. Ayo..ntar keburu tutup warungnya mas. Biasanya kalau musim liburan begini,cepat tutup lho. Abis warungnya laris manis oleh pengunjung dari Kota.

"Ups. enak aja pergi berdua. Pokoknya Zazki nimbrung." Tiba-tiba Zazki sudah berdiri di belakang Mas Bagoes dan Yulia.

" Oh...kita-kita ikut juga" Timpal Imas, Lipun,dan Rahmi serentak.
"ayo.. semua boleh ikut". sahut Mas Bagoes


$$$ 20150201.Publish: buahpena.com.$$$
Share this article :

Posting Komentar

 
Support : Copyright © 2011. jejak sastra - All Rights Reserved