Selamat datang di BuahPena.Com

ARTIKEL : MENGENAL SASTRA LISAN SUKU MELAYU PETALANGAN

Selasa, 03 Februari 20150 komentar





MENGENAL SASTRA LISAN SUKU MELAYU PETALANGAN

Suku Melayu Petalangan merupakan suku asli terbesar di Kabupaten Pelalawan. Suku ini mendiami Wilayah tengah dari seluruh wilayah yang ada. Sebarannya berada di Kecamatan Pangkalan Kuras, Kecamatan Ukui, Kecamatan Bandar Petalangan, Kecamatan Kerumutan, Kecamatan Langgam, Kecamatan Bandar Seikijang,Kecamatan Bunut dan kecamatan lainnya. Tapi secara garis besar,persebarannya paling banyak di 6 Kecamatan tadi.

Kali ini kita akan membahas tradisi sastra lisan dalam masyarakat Suku Melayu Petalangan. 
Sastra lisan sendiri berarti jenis sastra yang dituturkan. Ceontoh sastra lisan adalah NYANYIAN PANJANG,dan CITO .

Nyanyaian Panjang

Nyanyian panjang adalah ciri khas masyarakat Suku Melayu Petalangan berupa tutur cerita yang seolaah-olah merupakan nyanyian/ cerita yang dinyannyikan. Maksudnya pada saat si penutur bercerita, jalan ceritanya seperti syair. Nyanyian panjang yang terkenal di antaranya Hikayat Sutan Paminggih,Hikayat Datuk Ungge Bomban, dan banyak lagi yang lainnya.

Cito

Cito ini merupakan jenis dongeng. Beda antara keduanya ada pada panjang ceritanya, cara menuturkannya, dan unsur lainnya. Cito merupakan dongeng singkat yang dituturkan dengan nada bicara biasa saja. Sedang nyanyian panjang merupakan cerita yang sangat panjang dan diberi nada saat menuturukannya.
Adapun contoh CITO ini adalah; kabisan kudit, ninek gegasi,koonam, paoi bonsu, dan banyak lagi cerita lainnya.
Dalam sastra lisan suku ini, unsur budaya,norma,dan susila sangat kental diungkapkan. Barangkali tujuannya adalah agar sastra lisan tersebut dapat menjadi penunjuk arah kehidupan bermasyarakat.

Bumi Lancang kuning: 3 Februari 2015. Publish by: www.buahpena.com.


Share this article :

Posting Komentar

 
Support : Copyright © 2011. jejak sastra - All Rights Reserved