Selamat datang di BuahPena.Com

Minggu, 04 Oktober 20150 komentar

KAMI TIDAK BISU

di sudut lorong

di tebing curam

di sawah ladang

di sepanjang tikungan dan tanjakan

mulut- mulut bermasker

kami tidak menutup asa untuk bicara pada kalian yang tak perasa

kami bukan ingin membisu tapi tersebab jerebu

antara mau dan tidak mau

terpaksa mulut ini terbungkam

 

kami tidak membisu tersebab jerebu mengentakkan setiap sisi

tenggorokan kami terbiasa merasa pedih

nafas kami lumrah menelan perih 

tapi siapa peduli

jikapun bayi-bayi mulai letih

kami tetap berdiri dan menempati

negeri yang tidak lagi bersih

jerebu telah meluluhlantakkan jiwa dan raga

sementara di sana sang raja lupa

pada tanah ini.


Share this article :

Posting Komentar

 
Support : Copyright © 2011. jejak sastra - All Rights Reserved