Selamat datang di BuahPena.Com

PUISI : DI PERSIMPANGAN

Sabtu, 07 Februari 20150 komentar


langit tidaklah mendung
hanya gelisah
menanti kepastianmu

rembulan menunda purnamanya
bukan takut kehilangan cahaya
hanya berharap kesungguhan
tentang prasasti yang kita tancapkan 


di sana
tempat perjumpaan kita
di tepi telaga

tapi kini mega mengarak mendung
langit pun mulai murka
dia menjerit 
hingga sang petir
terbangun dan kalap
sang halilintar tergagap dan marah
menyahut kemurkaan
rembulan enggan berlabuh di sana
hingga gelap pun menunjukkan wujudnya
menenggelamkan bayangan itu
hingga hilang tanpa menjejakkan arah

prasasti itu pun terbelah jatuh
mulai rapuh
seiring jeritan gemuruh
melempar jauh-jauh prasasti itu
tempat ikrar kesetiaanmu
yang kini mulai rapuh....


Bumi lancang Kuning (Riau). 07/02/2015:Publish by:www.buahpena.com.


Share this article :

Posting Komentar

 
Support : Copyright © 2011. jejak sastra - All Rights Reserved