PUISI : Dia lah Segalanya
Alangkah malu jiwa yang bersimpuh
dahulunya angkuh
sampai menepuk dada padahal butuh
alangkah sedih jiwa yang merintih
dahulunya penentang sejati
sampai dunia hendak dibeli
tiadalah berarti segala yang dimiliki
jika tanah tempat mu kembali
tiadalah berguna segala yang kau punya
jika kelak engkau pun sirna
maka perbanyaklah puja dan sembah
kepada Dia Sang Pencipta
jika engkau mendekat pada Nya
isi dunia pun diberikan Nya
Posting Komentar