Selamat datang di BuahPena.Com

PUISI: SAJAK KEPADA ANONIM

Senin, 09 Februari 20150 komentar




tangan mungil di jalanan
Menengadah pada setiap pengendara
Hanya berharap selembar ribuan kumal
Keluguan mereka mengiris dahaga
Tahu apa mereka tentang angka
Bergulir di ruang-ruang angkara
Katanya demi rakyat
Apakah tubuh mungilmu
Terbalut peluh duka
Menerjang kerasnya belantara kota
Bukan rakyatmu
Pastinya kau bungkam
Karena di sana tiada pundi-pundi mengalir
Pekik sunyi hawa
Ketika sebulan mencari sedikit rupiah
Terhenyak tak berdaya
manakala helaian itu makin tak berharga
Sementara di istanamu kau gelar sandiwara pembagi tahta
Rakyat jelata tahu apa
Jerit keputus asaan...
Kau anggap simfoni penghantar tidur siang mu
Hanya Sang Pemilik Kuasa
Tempat mereka meneteskan bulir duka
Bukan putus asa
Tapi asa diputus lakon kemaruk
Ketika teguran itu menghampiri dari Sang Pemilik Kuasa
Sudah siapkah dirimu penunggu singgasana?

03 MARET 2012 BY; RAHMAT; PUBLISHER:  www.buahpena.com
Share this article :

Posting Komentar

 
Support : Copyright © 2011. jejak sastra - All Rights Reserved