FIRST LOVE
Goerge baru saja sampai di rumah.
Dengan susah payah menembus jalanan bersalju. Maklumlah saat ini adalah musim
dingin. Udara di luar rumahnya mencapai -12 celcius. Cukup ekstrim memang. Tapi
inilah Eropa. Daerah yang memiliki 4 musim.
“Oh My God. Saya lupa. Baru saja Bibi
Helena pesan tadi minta dibelikan susu kotak dan kentang,serta daging sapi.
Katanya mau buat sapi panggang Khas Bibi Elena. Hmm... Mumpung belum buka
pintu, mending saya pergi lagi. Nanti dimarahi Bibi Helena “. Ujar George.
Perlahan mesin ford Escape miliknya
dihidupkan. Goegre mulai meluncur dijalanan kota London yang super sibuk.
Maklumlah, London merupakan salah satu kota besar di dunia. Sambil mengendarai,
George memutar musik pop dari penyanyi terkenal Inggris, Victoria Beckham.
Setelah sampai di salah satu super
market, Geogre membelokkan Mobil kesayangannya itu. Sengaja George parkir di
parkiran depan super market tersebut. Kalau parkir di basement atau di lantai 2
takutnya susah keluar. Karena akhir pekan Super market ini disesaki pengunjung.
Makumlah,pertandingan liga Inggris selalu disesaki penonton. Apalagi Klub
London Arsenal merupakan deretan klub 5 besar Premier League.
Perlahan George keluar dari mobilnya.
“ Hai Goerge, apa
kabar? Kok sendirian? Apa tak ada teman kencan ni? Ini kan sabtu sore. Sebentar
lagi Arsenal akan bertemu Valencia dalam lanjutan leg 2 Champion League. Ayolah
nonton”. Sambut Patrick di sebelah George.
“ Hai juga.
Wah...amazing..perfect... Mobil mu... Lamborghini ya? Hebat, sudah sukses
sekarang ya Patrick? Lha bidadari di sebelah mu itu siapa?” . george antusias
menyapa Patirck.
‘’ ha ha ha” . Jangan
bilang kamu jatuh cinta ya? Setahu saya nih, kamu tak suka dengan perempuan.
Maksudnya kurang romantis atau barangkali terlalu sibuk dengan bisnis
perhotelan mu di Bali ya?”. Bala Patrick.
“ Jawab dululah.
Pacar kamu ya?
“ hmmm... kenalan
sendiri sajalah”
George mengulurkan
tangannya pada Gadis berambut coklat bermata biru tersebut. Gadis dengan tinggi
178 cm tersebut mirip penyanyi idola George, Victoria Beckham.
“Goeorge. Senang
bertemu anda” . Goegre sedikit usil dengan menggenggam agak erat dan lama
tangan si gadis.
‘’ Jenny. Senang
bertemu anda juga”. Balas gadis itu agak tersipu malu.
George baru
melepaskan tangannya ketika sahabatnya Patrick mendehem.
“ Tenang sobat. Dia
bukan pacarku. Jenny ini adalah anak paman ku. Dia menlanjutkan studinya di
London. Kuliah jurusan desain grafis. Paman Rudolf ayahnya Jenny tinggal di
Paris. Jadi Jenny akan lama tinggal di sini”. Ujar Patrick.
“eh, saya hampir lupa
nih. Bibi minta belikan belanjaan tadi. Ikut yuk? “ ajaK George.
“ waduh, maaf ya
kawan. Saya harus menjemput ayahnya Jenny di Bandara. Sekali lagi maaf ya? “
“oh. Never mind
friend!’’ .See you. Ujar George.
George pun buru-buru
masuk ke Super market. Selesai membeli pesanan bibinya, George menyempatkan
diri memesan makanan siap saji di salah satu restoran di
dalam super market.
“ George, kamu di
mana? Tadi katanya sore sudah di rumah?. Bibi mau masak buat ayah mu dan paman
mu. Sekaligus kita kedatangan tamu dari Paris. Rekan bisnis ayahmu. Ayolah
cepat pulang”. Teriak Bibi Helena di handphonenya.
“ sip Bibiku yang
baik. Ini George sudah dalam perjalanan ya? Tunggu di rumah. George sudah
membeli seluruh pesanan Bibi helena. Bahkan sekaligus membeli soft drink
kesukaan Bibi”. Jawab George.
“ Baiklah, hati-hati
mengemudi. Jangan ngebut. Ingat. Kamu sudah mendapatkan satu kali peringatan
dari Polisi. Nanti SIM mu dicabut”. Ujar Bibi helena.
“ Aman dan
terkendali. Dah Bibi. Mmuuuahhh...” Balas George dengan semangat.
Suasana rumah George
jadi ramai. George kedatangan tamu dari Paris. Dan... yang membuat hati George
melayang,adalah Jenny. Yach. Jenny ternyata anak dari rekan bisnis Ayah George.
Ayah Jenny tampak
begitu ramah. Dia memperkenalkan anak gadisnya kepada George, anak dari rekan
bisnisnya.
“ Hai kesini.
Perkenalkan ini Jenny. Anak saya yang paling tua”. Ujar Mr. Michael.
“ Sudah berkenalan
tadi ayah di parkiran pas jumpa George mau belanja”. Sahut Jenny malu-malu.
“Iya Mr Michael”.
Jawab George agak Grogi.
Percakapan mereka
terhenti karena Bibi Helena sudah mempersiapkan makan malam. Masakan Sapi
panggang plus roti panggang dan kentang goreng serta soft drink sudah tersedia
di meja makan.
Selesai makan malam ,
Mr.Michael pamit pulang. Tapi Bibi
helena dan orangtua George melarang.
“ Tidur di sini saja
Mr.Michael . Kamar sudah dipersiapkan.” Ujar Bibi Helena.
“ Baiklah Bi, Saya
terima tawaran Anda sekeluarga
“. Sahut Mr.Michael.
Bukan main gembira
hati George. Kenapa tidak. Ini kan malam minggu. Hati George yang sampai usia
28 tahun belum satu pun wanita yang tersangkut di hatinya.
Kali ini jiwanya tiba-tiba saja terbuka. Apakah ini yang
dikatakan cinta? Kok bisa ya? Tapi Jenny cukup cantik memang. Apalagi si dia
termasuk gadis yang jarang keluar rumah. Suatu hal yang langka untuk gadis yang
tinggal di kota mode dunia.George terus saja menggumam.
Ditemani cahaya lampu
taman samping rumah, George bercengkrama dengan Jenny. Memang George belum
mengungkapkan isi hatinya. Tapi, dari gerak- gerik tangan dan ekspresi
wajahnya,tampaknya George memang sedang jatuh hati pada pandangan ke tiga. Ya,
yang ketiga lah. Pertama saat jumpa di parkiran super market. Kedua saat
diperkenalkan ayahnya Jennyi di rumah George.
Nah,ini yang ketiga.
Siiplah,gumam George dalam hati. Malam itu George memulai langkah pertama dalam
memperjuangkan” first love” nya.


Posting Komentar