Selamat datang di BuahPena.Com

CERITA PENDEK : FIRST LOVE

Rabu, 11 Februari 20150 komentar






FIRST LOVE

Goerge baru saja sampai di rumah. Dengan susah payah menembus jalanan bersalju. Maklumlah saat ini adalah musim dingin. Udara di luar rumahnya mencapai -12 celcius. Cukup ekstrim memang. Tapi inilah Eropa. Daerah yang memiliki 4 musim.
“Oh My God. Saya lupa. Baru saja Bibi Helena pesan tadi minta dibelikan susu kotak dan kentang,serta daging sapi. Katanya mau buat sapi panggang Khas Bibi Elena. Hmm... Mumpung belum buka pintu, mending saya pergi lagi. Nanti dimarahi Bibi Helena “. Ujar George.
Perlahan mesin ford Escape miliknya dihidupkan. Goegre mulai meluncur dijalanan kota London yang super sibuk. Maklumlah, London merupakan salah satu kota besar di dunia. Sambil mengendarai, George memutar musik pop dari penyanyi terkenal Inggris, Victoria Beckham.
Setelah sampai di salah satu super market, Geogre membelokkan Mobil kesayangannya itu. Sengaja George parkir di parkiran depan super market tersebut. Kalau parkir di basement atau di lantai 2 takutnya susah keluar. Karena akhir pekan Super market ini disesaki pengunjung. Makumlah,pertandingan liga Inggris selalu disesaki penonton. Apalagi Klub London Arsenal merupakan deretan klub 5 besar Premier League.
Perlahan George keluar dari mobilnya.
“ Hai Goerge, apa kabar? Kok sendirian? Apa tak ada teman kencan ni? Ini kan sabtu sore. Sebentar lagi Arsenal akan bertemu Valencia dalam lanjutan leg 2 Champion League. Ayolah nonton”. Sambut Patrick di sebelah George.
“ Hai juga. Wah...amazing..perfect... Mobil mu... Lamborghini ya? Hebat, sudah sukses sekarang ya Patrick? Lha bidadari di sebelah mu itu siapa?” . george antusias menyapa Patirck.
‘’ ha ha ha” . Jangan bilang kamu jatuh cinta ya? Setahu saya nih, kamu tak suka dengan perempuan. Maksudnya kurang romantis atau barangkali terlalu sibuk dengan bisnis perhotelan mu di Bali ya?”. Bala Patrick.
“ Jawab dululah. Pacar kamu ya?
“ hmmm... kenalan sendiri sajalah”
George mengulurkan tangannya pada Gadis berambut coklat bermata biru tersebut. Gadis dengan tinggi 178 cm tersebut mirip penyanyi idola George, Victoria Beckham.
“Goeorge. Senang bertemu anda” . Goegre sedikit usil dengan menggenggam agak erat dan lama tangan si gadis.
‘’ Jenny. Senang bertemu anda juga”. Balas gadis itu agak tersipu malu.
George baru melepaskan tangannya ketika sahabatnya Patrick mendehem.
“ Tenang sobat. Dia bukan pacarku. Jenny ini adalah anak paman ku. Dia menlanjutkan studinya di London. Kuliah jurusan desain grafis. Paman Rudolf ayahnya Jenny tinggal di Paris. Jadi Jenny akan lama tinggal di sini”. Ujar Patrick.
“eh, saya hampir lupa nih. Bibi minta belikan belanjaan tadi. Ikut yuk? “ ajaK George.
“ waduh, maaf ya kawan. Saya harus menjemput ayahnya Jenny di Bandara. Sekali lagi maaf ya? “
“oh. Never mind friend!’’ .See you. Ujar George.
George pun buru-buru masuk ke Super market. Selesai membeli pesanan bibinya, George menyempatkan diri  memesan  makanan siap saji di salah satu restoran di dalam super market.
“ George, kamu di mana? Tadi katanya sore sudah di rumah?. Bibi mau masak buat ayah mu dan paman mu. Sekaligus kita kedatangan tamu dari Paris. Rekan bisnis ayahmu. Ayolah cepat pulang”. Teriak Bibi Helena di handphonenya.
“ sip Bibiku yang baik. Ini George sudah dalam perjalanan ya? Tunggu di rumah. George sudah membeli seluruh pesanan Bibi helena. Bahkan sekaligus membeli soft drink kesukaan Bibi”. Jawab George.
“ Baiklah, hati-hati mengemudi. Jangan ngebut. Ingat. Kamu sudah mendapatkan satu kali peringatan dari Polisi. Nanti SIM mu dicabut”. Ujar Bibi helena.
“ Aman dan terkendali. Dah Bibi. Mmuuuahhh...” Balas George dengan semangat.
Suasana rumah George jadi ramai. George kedatangan tamu dari Paris. Dan... yang membuat hati George melayang,adalah Jenny. Yach. Jenny ternyata anak dari rekan bisnis Ayah George.
Ayah Jenny tampak begitu ramah. Dia memperkenalkan anak gadisnya kepada George, anak dari rekan bisnisnya.
“ Hai kesini. Perkenalkan ini Jenny. Anak saya yang paling tua”. Ujar Mr. Michael.
“ Sudah berkenalan tadi ayah di parkiran pas jumpa George mau belanja”. Sahut Jenny malu-malu.
“Iya Mr Michael”. Jawab George agak Grogi.
Percakapan mereka terhenti karena Bibi Helena sudah mempersiapkan makan malam. Masakan Sapi panggang plus roti panggang dan kentang goreng serta soft drink sudah tersedia di meja makan.
Selesai makan malam , Mr.Michael  pamit pulang. Tapi Bibi helena dan orangtua George melarang.
“ Tidur di sini saja Mr.Michael . Kamar sudah dipersiapkan.” Ujar Bibi Helena.
“ Baiklah Bi, Saya terima tawaran Anda sekeluarga
“. Sahut Mr.Michael.
Bukan main gembira hati George. Kenapa tidak. Ini kan malam minggu. Hati George yang sampai usia 28 tahun belum satu pun wanita yang tersangkut di hatinya.
Kali ini jiwanya  tiba-tiba saja terbuka. Apakah ini yang dikatakan cinta? Kok bisa ya? Tapi Jenny cukup cantik memang. Apalagi si dia termasuk gadis yang jarang keluar rumah. Suatu hal yang langka untuk gadis yang tinggal di kota mode dunia.George terus saja menggumam.
Ditemani cahaya lampu taman samping rumah, George bercengkrama dengan Jenny. Memang George belum mengungkapkan isi hatinya. Tapi, dari gerak- gerik tangan dan ekspresi wajahnya,tampaknya George memang sedang jatuh hati pada pandangan ke tiga. Ya, yang ketiga lah. Pertama saat jumpa di parkiran super market. Kedua saat diperkenalkan ayahnya Jennyi di rumah George.
Nah,ini yang ketiga. Siiplah,gumam George dalam hati. Malam itu George memulai langkah pertama dalam memperjuangkan” first love” nya.
Share this article :

Posting Komentar

 
Support : Copyright © 2011. jejak sastra - All Rights Reserved